|
Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) yang berdiri sejak tanggal 17 Januari 1989 di Jakarta, mempunyai visi untuk membantu menurunkan insiden dan dampak stroke.
Selain itu, misi yang diembannya juga cukup berat, yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengetahuan tentang stroke dalam masyarakat melalui sistem pendidikan nasional dan media massa, serta mendorong agar masalah penanggulangan stroke mendapat prioritas dalam sistem kesehatan nasional dan upaya mendapat dukungan seluruh komponen dalam masyarakat yang ada.
Sedangkan sasaran dibentuknya Yastroki adalah untuk meningkatkan kualitas hidup individu keluarga dan masyarakat, baik bagi yang potensial mendapat serangan stroke maupun bagi insan pasca stroke (IPS).
Tujuan didirikannya Yastroki adalah turut serta dalam upaya mengurangi angka kematian karena stroke serendah mungkin, turut serta dalam upaya meningkatkan kualitas hidup bagi insan pasca stroke dengan menurunkan tingkat kecacatan seringan mungkin, serta turut serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara umum melalui upaya meningkatkan pengetahuan tentang stroke dan upaya pencegahannya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Yayasan Stroke Indonesia Prof Dr Haryono Suyono mengatakan, pemeliharaan hidup sehat dan penggunaan intervensi yang diperlukan haruslah makin menjadi tanggung jawab masyarakat, keluarga dan penduduk sendiri. Ini berarti bahwa pemerintah serta semua organisasi profesi dalam bidang kesehatan harus mampu memberdayakan dirinya agar mampu menjadi pembina utama.
Program itu harus bisa menyalurkan informasi melalui jaringan multi media dalam bentuk bahan-bah an sederhana, profesional, dan komprehensif, agar mudah dimengerti oleh setiap orang, sehingga bisa merangsang perubahan sikap dan tingkah laku yang kondusif, peduli dan akrab stroke.
Dalam konteks ini, kata Haryono Suyono, pengembangan dan pemeliharaan hidup sehat haruslah menjadi suatu kebiasaan yang mendarah daging, dan menjadi bagian dari kebudayaan dan tradisi yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
|