Penderita stroke saat ini menjadi penghuni terbanyak di bangsal atau ruangan pada hampir semua pelayanan rawat inap penderita penyakit syaraf. Karena, selain menimbulkan beban ekonomi bagi penderita dan keluarganya, stroke juga menjadi beban bagi pemerintah dan perusahaan asuransi kesehatan.
Penderita stroke saat ini menjadi penghuni terbanyak di bangsal atau ruangan pada hampir semua pelayanan rawat inap penderita penyakit syaraf. Karena, selain menimbulkan beban ekonomi bagi penderita dan keluarganya, stroke juga menjadi beban bagi pemerintah dan perusahaan asuransi kesehatan.
Hal itu dikemukakan Dr Syaiful Islam, Kepala Unit Stroke RSU Dr Soetomo Surabaya, di sela-sela peresmian Unit Stroke RSU Dr Sutomo Surabaya beberapa waktu lalu. Syaful menambahkan, kecacatan yang ditimbulkan oleh stroke juga dapat mengakibatkan hilangnya penghasilan penderita.
Berbagai fakta di atas menunjukkan bahwa sampai saat ini, stroke masih merupakan masalah utama di bidang neurologi maupun kesehatan pada umumnya. Untuk mengatasi masalah krusial ini diperlukan strategi penangulangan stroke yang mencakup aspek preventif, terapi rehabilitasi, dan promotif.
Cepat tanggap terhadap stroke juga harus dimiliki oleh paramedis di rumah sakit. Percuma saja di bawa ke rumah sakit, kalau tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit tidak tanggap terhadap penyakit ini, sehingga periode emas penanganan stroke yang hanya tiga atau empat jam hilang dengan begitu saja.
Perubahan tren usia penderita yang terserang stroke ini terjadi karena perubahan pola hidup, sehingga untuk mencegah agar tidak terserang stroke dengan sendirinya kita harus merubah pola hidup dari pola hidup tidak sehat, ke arah pola hidup sehat, baik secara jasmani maupun rohani. diantaranya dengan memperhatikan pola makan yang sehat, cukup istirahat, olah raga teratur, tahu batas lemampuan diri dan senantiasa berserah diri, serta mensykuri berbagai nikmat yang diberikan tuhan Yang Maha Esa.
Kecacatan akibat penyakit stroke termasuk yang tertinggi diantara penyakit-penyakit lainnya. Bukan hanya itu yang lebih menyedihkan lagi di negara maju maupun negara berkembang penderita stroke makin hari, semakin bertambah. Karenanya beberapa dokter mengusulkan untuk mengganti istilah stroke dengan ?Brain Attack? seperti istilah ?Heart Attack? untuk serangan jantung.
Keberadaan Unit Stroke
Keberadaan unit stroke di rumah sakit tak lagi sekadar pelengkap, tetapi sudah menjadi keharusan, terlebih bila melihatangka penderita stroke yang terus meningkat dari tahun ke tahun di Indonesia. Karena penanganan stroke yang cepat, tepat dan akurat akan meminimalkan kecacatan yang ditimbulkan.
Berdasarkan pengalaman itu, RS dr Soetomo Surabaya sejak tahun lalu merintis pendirian unit stroke dalam salah satu layanan kesehatannya. Melihat jumlah pasien yang terus meningkat, unit stroke dr Soetomo kini menempati bangsal khusus dengan kapasitas hingga 15 tempat tidur.
Bangsal khusus itu juga dilengkapi dengan sarana rehabilitasi dini dengan rasio satu tenaga paramedik berbanding satu penderita. Dengan demikian pelayanan yang diberikan bisa labih optimal
Syaful Islam mengatakan, unit Perawatan Stroke di RSUD dr Sutomo dibuat dengan mencontoh keberhasilan perawatan intensif penyakit jantung koroner (ICCU). Unit ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas canggih, antara lain pemantau intensif barbagai fungsi fisiologik.
?Dengan fasilitas pemeriksaan yang canggih, pemantauan yang ketat dan perawatan yang sangat intensif diharapkan acute neurovaskuler intensive care unit itu mampu menurunkan angka kematian penderita stroke akut,? katanya.
Bukan hanya itu, perawatan penderita di unit stroke dikendalikan oleh tim yang multidisipliner (TMD) yang terdiri dari dokter, perawat, fisioterapist, terapist wicara/bahasa, terapist okupasi, pekerja sosial dan ahli gizi. Dokter spesialis saraf juga tidak bekerja sendiri tapi dengan tim dari disiplin ilmu lain, seperti Rehabilitasi medik dan lain sebagainya. RIS |