, 05 September 2010
  Edisi 
 
Cari
Bulan
Tahun
 
Pak Achmad Langgar Anjuran Dokter, Stroke Susulan Kembali Menimpa
Sebagai seorang wiraswastawan, Pak Achmad, pria setengah baya asal Jombang ini memang cukup sibuk, sehingga jarang memeriksakan kesehatan ke dokter (General Check Up). ?Terlebih diusia kepala 5 saya sangat gemar mengkonsumsi makanan yang dapat berbahaya bagi mereka yang mengidap Hipertensi,? ujarnya.

Sebagai seorang wiraswastawan, Pak Achmad, pria setengah baya asal Jombang ini memang cukup sibuk, sehingga jarang memeriksakan kesehatan ke dokter (General Check Up). ?Terlebih diusia kepala 5 saya sangat gemar mengkonsumsi makanan yang dapat berbahaya bagi mereka yang mengidap Hipertensi,? ujarnya.

Menurutnya, sebelum terjadi serangan stroke pada tahun 2004 ini, ia pernah terserang stroke pada tahun 1999 pada waktu itu ia tidak merasakan adanya gejala apa-apa selayaknya orang yang terkena darah tinggi, sehingga kegemarannya makan daging kambing, jeroan dan durian terus saja dilakukan.
Sampai akhirnya serangan stroke menyerang dirinya pada usia 51 tahun tepatnya pada tahun 1999. Kejadiannya begini, waktu itu saya keluar dari kamar mandi, tiba-tiba terjatuh, suara jatuh saya terdengar oleh anak dan segera menghampiri saya, untuk memberikan pertolongan dengan cara mengangkat dan menuntun saya ke kamar tidur. Saat kejadian itu mulut saya merot atau mencong ke sebelah kiri.
Melihat keadaan saya yang demikian, isteri saya bergegas pergi keluar rumah memanggil dokter yang kebetulan tetangga dekat dengan tempat tinggal saya, dokter langsung melakukan pemeriksaan dan mengatakan kalau saya kena stroke.
Kepada anggota keluarga yang ada di rumah, dokter mengatakan agar saya segera dibawa ke rumah sakit terdekat sebelum 6 jam. waktu dibawa ke rumah sakit, menurut keluarga yang membawa, saya dalam keadaan tidak sadarkan diri atau pingsan. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit saya dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, namun harus terus menjaga agar tidak mengkonsumsi makanan yang bisa memicu kembali timbulnya stroke.
?Nampaknya anjuran dokter terus saja dilanggar sampai akhirnya serangan stroke susulan kembali menimpa saya pada tahun 2004 ini, karena ini sudah kedua kali rumah sakit di Jombang tidak sanggup untuk menangani, sehingga harus dirujuk ke RSUD Dr Sutomo Surabaya yang kebetulan baru saja meresmikan berdirinya Unit Stroke, sehingga saya mendapat penanganan yang serius, cepat dan tepat,? katanya.
Sampai di RSUD Dr Sutomo Surabaya Jawa Timur saya dimasukan ke bagian Unit Gawat Darurat (UGD), lalu oleh dokter dilakukan pemeriksaaan general check up, setelah itu, saya menjalani pemeriksaan dengan CT-Scan. Dari hasil pemeriksaan dengan menggunakan CT-Scan ternyata diketahui adanya penyumbatan di otak sebelah kanan saya. Akibat penyumbatan tersebut, saya mengalami kelumpuhan tubuh bagian kiri, kaki dan tangan kiri saya sulit untuk digerakan.
Setelah mengetahui kalau saya kena stroke, perasaan saya biasa saja, saya pasrah dengan kenyataan ini. Karena melihat hasil pemeriksaan kesehatan yang menunjukan keadaan saya demikian buruk, akhirnya saya harus manjalani rawat inap di Unit Stroke RSUD Dr Sutomo Surabaya sudah tujuh hari lamanya, sampai diresmikan Unit Stroke oleh pengurus Yastroki Pusat.
Istri tercinta dengan setia menunggui saya di Unit Stroke RSUDDr Sutomo bahkan, keluarga di rumah terus menerus memberi dukungan kepada saya, agar saya tetap semangat dan bangkit seperti pada waktu masih sehat.
Bentuk dukungan yang diberikan oleh keluarga adalah :
1. Dorongan semangat.
2. Doa dari istri dan anak.
Selain pengobatan saya juga harus menjalani terapi agar dapat menjalani kehidupan normal seperti sediakala minimal dapat hidup mandiri tanpa harua selalu meminta pertolongan dari anggota kaluarga yang lain di RSUD DR Sutomo Surabaya.
Meski di rawat di Kelas II Unit Stroke RSUD Dr Sutomo Surabaya, namun fasilitas yang saya terima sama dengan penderita stroke pada kelas I, dan VIP, karena di Unit Stroke ini kita akan menerima perawatan paripurna. Budi Kusumanto

Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
:: Artikel sebelumnya
>> Perlu Strategi Penangulangan Stroke Mencakup Aspek Preventif, Terapi Rehabilitas
>> Yastroki Cabang DKI Jakarta Tekankan Pencegahan
>> Pasien Terserang Stroke Tak Lagi Kehilangan Periode Emas
>> 7 Tahapan Terapi Stroke Akut
>> Hadi Sumarsono Terus Jalani Pengobatan untuk Hindari Stroke Susulan
>> NAMA KLUB STROKE DI JABODETABEK
>> Ketua Umum Yastroki Laksamana TNI (Purn) Sudomo:
Stroke Bisa Ganggu Sosial Ekonomi Keluarga
>> MEMBANGUN BUDAYA HIDUP SEHAT
>> “GELIS”
GERAKAN PEDULI STROKE
>> KESEMPATAN BARU BAGI PENDERITA GAGAL GINJAL

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra

Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Yastroki : redaksi@yastroki.or.id
Copyright © 2003 Yastroki.or.id
design by Visionnet