, 05 September 2010
  Edisi 
 
Cari
Bulan
Tahun
 
MENINGKATNYA PENDUDUK RAWAN STROKE
Pada hari Sabtu lalu Yayasan Stroke Indonesia secara resmi membuka suatu center yang disebut Nusantara Stroke and Medical Center di Gedung Granadi di Jakarta.

Oleh : Haryono Suyono

Pada hari Sabtu lalu Yayasan Stroke Indonesia secara resmi membuka suatu center yang disebut Nusantara Stroke and Medical Center di Gedung Granadi di Jakarta.

Sejak soft opening bulan Agustus lalu setiap hari berpuluh orang telah datang untuk berbagai keperluan. Ada yang datang untuk melanjutkan treatmen rehabilitasi dan ada pula yang datang untuk bertanya dan mengadakan konsultasi dengan para dokter spesialis yang ada di center itu.

Keadaan rawan stroke di Indonesia terus meningkat. Penduduk Indonesia yang berjumlah antara 211 ? 212 juta jiwa dan telah mengalami kemajuan demografis yang relatif cukup lumayan. Biarpun tingkat pertumbuhan penduduk yang biasanya melaju dengan kecepatan sangat tinggi, sekitar 2,5 persen atau lebih di tahun 1970-an, telah menurun menjadi sekitar 1,2 ? 1,3 persen di tahun 2002?an, tetapi pertumbuhan tingkat perkotaannya melaju sangat cepat.

Penduduk Indonesia yang selalu berada dalam suasana masyarakat pedesaan yang tradisional dan rural, dengan lebih dari 80 persen berada pada daerah-daerah pedesaan atau hidup dalam model masyarakat pedesaan, berubah dengan kecepatan yang tinggi. Pada waktu ini tidak kurang dari 50 ? 60 persen berada dalam masyarakat perkotaan atau setidak-tidaknya mempunyai akses terhadap fasilitas perkotaan atau menganut suasana hidup seperti masyarakat atau keluarga perkotaan yang maju dan modern, biarpun keadaan fisiknya mungkin saja masih seperti semula, tetap berada di daerah pedesaan. Dengan perubahan ini saja, keadaan pada waktu ini mengesankan kemungkinan perubahan modernitas sekitar 250 ? 300 persen dibandingkan dengan keadaan yang ada pada tahun 1970-an.

Berubahnya keadaan, sikap, tingkah laku dan tata nilai kearah masyarakat perkotaan, modern dengan dinamika demografi dan kultural yang tinggi itu terjadi dalam tempo yang sangat cepat. Proses itu terjadi dalam lingkungan keluarga atau masyarakat yang keanggotaannya hampir sama, tidak ada atau belum sempat terjadi regenerasi atau sosialisasi dengan cukup waktu. Akibatnya tidak jarang terjadi benturan-benturan fisik, sosial dan budaya yang memberi tekanan mental spiritual atau stres terpendam yang sangat berat.

Pada saat yang bersamaan ada sebagian masyarakat yang mengalami perbaikan dukungan makanan dan gizi yang makin baik. Bahkan bagi mereka yang relatif miskin, kemampuan konsumsinya juga bertambah baik dibandingkan dengan keadaan mereka yang ?makmur? di masa lalu. Dengan perbaikan menu makanan tersebut resiko mendapatkan konsumsi makanan dengan kandungan kolesterol yang tinggi juga meningkat drastis.

Namun harus diakui bahwa kondisi dukungan fisik yang makin baik itu tidak selalu diikuti oleh lingkungan fisik, flora fauna, lingkungan sosial dan budaya yang bertambah baik. Banyak keadaan lingkungan fisik yang makin kurang simpatik atau tidak seimbang dengan kebutuhan masyarakat yang berkembang pesat itu. Ini berarti bahwa kemajuan sosial demografis penduduk sekaligus menghadapi benturan reformasi fisik, sosial, mental dan budaya yang sangat dahsyat. Karena itu biarpun kita telah mampu menurunkan kasus-kasus penyakit infeksi, tetapi mendapat serangan yang sangat dahsyat dari berbagai penyakit regeneratip yang arus dan tingkat sofistikasinya menyamai penyakit-penyakit serupa yang melanda bangsa-bangsa maju di bagian dunia lainnya.

Karena kesiapsiagaan yang masih rendah, berbagai gangguan serangan penyakit yang sofistikasinya sangat tinggi itu menempatkan penderita berada dalam kegelapan. Penderita bisa merasa mempunyai penderitaan yang sangat gawat, atau lebih gawat dari keadaan sebenarnya. Ketika serangan itu terjadi dalam area atau jumlah kasus yang luas dan mengerikan tanpa kemampuan pemerintah dan penduduk mampu mengatasinya, terasa sekali keadaan menjadi sangat gawat.

Kombinasi perubahan fisik, lingkungan, kebiasaan, gaya hidup dan jenis penyakit yang berkembang dengan tiba-tiba itu menyebabkan resiko terkena serangan stroke di Indonesia secara kumulatif bisa terasa meningkat menjadi 10 kali, atau 15 kali atau yang pasti jauh lebih besar dibandingkan masa-masa sebelumnya. Karena itu Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) memandang perlu mengajak masyarakat berpartisipasi aktif melalui pengembangan Gerakan Masyarakat Peduli dan Akrab Stroke (Gempar) atau Gerakan Peduli Stroke (Gelis) dengan antara lain bersama-sama mendirikan medical center dengan pengutamaan pelayanan stroke.

Gerakan ini adalah jawaban untuk hidup sehat dalam alam modern serta sekaligus membantu masyarakat memahami langkah-langkah yang perlu diambil, akrab dengan keadaan dirinya, mengetahui secara mendalam kemungkinan menderita penyakit regeneratip, khususnya stroke, dan mempunyai komitmen yang tinggi untuk ikut mengembangkan jaringan yang dapat menolong dirinya.

Secara sederhana setiap orang harus mampu ikut memperjuangkan hal-hal sebagai berikut :

? Memberi informasi yang diperlukan oleh mereka yang mungkin rawan stroke, para penderita, keluarga dan masyarakat umum;
? Mengembangkan jaringan lembaga dan organisasi yang menyediakan fasilitas pelayanan untuk mereka yang rawan stroke dan atau para penderita stroke;
? Memberi penjelasan tentang cara-cara pencegahan stroke atau terulangnya stroke;

Disamping itu dianjurkan untuk mengikuti olah raga dan atau memberi rekomendasi cara hidup yang cocok untuk mencegah stroke atau terulangnya kasus stroke yang dapat diikuti oleh masyarakat luas. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan)-Pengantar-Stroke-3092002.

>> NAMA KLUB STROKE DI JABODETABEK
>> Ketua Umum Yastroki Laksamana TNI (Purn) Sudomo:
Stroke Bisa Ganggu Sosial Ekonomi Keluarga
>> MEMBANGUN BUDAYA HIDUP SEHAT
>> “GELIS”
GERAKAN PEDULI STROKE
>> KESEMPATAN BARU BAGI PENDERITA GAGAL GINJAL

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra

Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Yastroki : redaksi@yastroki.or.id
Copyright © 2003 Yastroki.or.id
design by Visionnet