| Jumlah penderita stroke terus meningkat setiap tahun, bukan hanya menyerang penduduk usia tua, tetapi juga dialami oleh mereka yang berusia muda dan produktif. Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) ikut berperan serta dalam upaya mengatasi dan menangani masalah stroke di Indonesia. Jumlah penderita stroke terus meningkat setiap tahun, bukan hanya menyerang penduduk usia tua, tetapi juga dialami oleh mereka yang berusia muda dan produktif. Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) ikut berperan serta dalam upaya mengatasi dan menangani masalah stroke di Indonesia.
Stroke adalah serangan otak yang timbulnya mendadak akibat tersumbat atau pecahnya pembuluh darah otak. Stroke merupakan satu masalah kesehatan yang besar dalam kehidupan modern saat ini. Di Indonesia, diperkirakan setiap tahun terjadi 500.000 penduduk terkena serangan stroke, sekitar 2,5 % atau 125.000 orang meninggal, dan sisanya cacat ringan maupun berat.
Jumlah penderita stroke cenderung terus meningkat setiap tahun, bukan hanya menyerang penduduk usia tua, tetapi juga dialami oleh mereka yang berusia muda dan produktif. Secara ekonomi, dampak dari insiden ini prevalensi dan akibat kecacatan karena stroke akan memberikan pengaruh terhadap menurunnya produktivitas dan kemampuan ekonomi, mulai dari ekonomi tingkat keluarga sampai pengaruhnya terhadap beban ekonomi masyarakat dan bangsa.
Dari berbagai kajian dan juga temuan hasil kunjungan ke rumah sakit dan klub stroke di Jakarta, dapat dikemukakan masalah yang dihadapi dan perlu ditangani baik oleh pemerintah maupun lembaga dan organisasi swadaya masyarakat dan penduduk secara keseluruhan.
Menurut Ketua Umum Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) Laksamana (Pur) Sudomo, selain masalah kesadaran masyarakat terhadap kesehatan secara umum perlu ditingkatkan, terutama tentang stroke, serta cara pencegahannya yang relatip masih sangat rendah. Kesadaran dan pengetahuan serta tingkat profesionalisme dari tenaga profesi medis dan kesehatan juga masih terbatas, di samping masih terbatasnya sarana dan unit pelayanan stroke yang tersedia.
Di samping itu, kemampuan dan kesiapan khususnya masa akut perawatan dan rehabilitasi pasca stroke masih sangat terbatas baik perawatan yang dilakukan di rumah sakit, dalam keluarga maupaun yang berbasis masyarakat. Demikian pula kepedulian dan perhatian serta apresiasi masyarakat terhadap insan pasca stroke juga masih kurang, termasuk berlum terlaksananya kebijakan terhadap aksesibilitas sarana dan fasilitas umum bagi penyandang cacat (insability) insan pasca stroke.
Permasalahan yang dihadapi insan stroke sangat menjadi perhatian Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) serta sebagai dasar dalam menyusun program kerja dalam rangka membantu dan berperan serta dalam upaya mengatasi dan menangani masalah stroke di Indonesia.
Visi dan misi
Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) yang berdiri sejak tanggal 17 Januari 1989 di Jakarta, mempunyai visi untuk membantu menurunkan insiden dan dampak stroke. Selain itu, misi yang diembannya juga cukup berat, yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengetahuan tentang stroke dalam masyarakat melalui sistem pendidikan nasional dan media massa, serta mendorong agar masalah penanggulangan stroke mendapat prioritas dalam sistem kesehatan nasional dan upaya mendapat dukungan seluruh komponen dalam masyarakat yang ada.
Bukan hanya itu, Yastroki juga mempunyai misi untuk membantu upaya mengurangi faktor risiko secara primer, sekunder maupun tertier, membantu upaya pengobatan fase akut stroke seefektip dan seefisien mungkin, serta membantu penanggulangan stroke berbasiskan masyarakat.
Sedangkan sasaran dibentuknya Yastroki adalah untuk meningkatkan kualitas hidup individu keluarga dan masyarakat baik bagi yang potensial mendapat serangan stroke maupun bagi insan pasca stroke (IPS).
Tujuan didirikannya Yastroki adalah turut serta dalam upaya mengurangi angka kematian karena stroke serendah mungkin, turut serta dalam upaya meningkatkan kualitas hidup bagi insan pasca stroke dengan menurunkan tingkat kecacatan seringan mungkin, serta turut serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara umum melalui upaya meningkatkan pengetahuan tentang stroke dan upaya pencegahannya.
Sementara itu, Wakil Ketua I Yayasan Stroke Indonesia Prof Dr Haryono Suyono mengatakan, pemeliharaan hidup sehat dan penggunaan intervensi yang diperlukan haruslah makin menjadi tanggung jawab masyarakat, keluarga dan penduduk sendiri. Ini berarti bahwa pemerintah serta semua organisasi profesi dalam bidang kesehatan harus mampu memberdayakan dirinya agar mampu menjadi pembina utama.
Gerakan memasyarakatkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan stroke harus dilakukan dengan iringan advokasi tentang masalah stroke yang harus dikembangkan secara sistematis dalam program komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), untuk merangsang perubahan sikap dan tingkah laku yang kondusif.
Program itu harus bisa menyalurkan informasi melalui jaringan multi media dalam bentuk bahan-bahan sederhana, profesional, dan komprehensif, agar mudah dimengerti oleh setiap orang, sehingga bisa merangsang perubahan sikap dan tingkah laku yang kondusif, peduli dan akrab stroke.
Dalam konteks ini, kata Haryono Suyono, pengembangan dan pemeliharaan hidup sehat haruslah menjadi suatu kebiasaan yang mendarah daging, dan menjadi bagian dari kebudayaan dan tradisi yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Selain itu harus dikembangkan juga jaringan pelayanan, dengan dilengkapi tenaga profesional dan peralatan yang memadai, dan sekaligus akrab dengan masyarakat, keluarga dan penduduk, utamanya mereka yang rawan stroke. RIS
Tanda-Tanda Munculnya Serangan Stroke
Pada tingkat awal, masyarakat, kelaurga dan setiap penduduk harus mendapat bahan informasi utama yang jelas dan meyakinkan bahwa stroke adalah serangan otak yang secara sederhana mempunyai lima tanda-tanda utama yang harus dimengerti dan sangat difahami, agar semua orang mempunyai kewaspadaan yang tinggi terhadap bahaya serangan stroke yaitun;
@ Rasa bebal atau mati mendadak atau kehilangan rasa dan lemas pada muka, tangan atau kaki, terutama pada satu bagian tubuh saja
@ Rasa bingung yang mendadak, sulit bicara atau sulit mengerti
@ Satu mata atau kedua matamendadak kabur
@ Mendadak sukar berjalan, terhuyung dan kehilangan keseimbangan
@ mendadak merasa pusing dan sakit kepala tanpa diketahui sebab musababnya/
Selain itu harus dijelaskan pula kemungkinan munculnya tanda-tanda ikutan lain yang bisa timbul dan atau harus diwaspadai, yaitu;
@ Rasa mual, panas dan sangat sering muntah-muntah
@ Rasa pingsan mendadak, atau merasa hilang kesadaran secara mendadak
|