Senin, 01 September 2014
  Edisi 
 
Cari
Bulan
Tahun
 
Susilohadi, SH
Jalani Pengobatan dengan Terapi Senam Stroke, Penyinaran dan Meditasi
Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bagaimana melakukan pertolongan kepada seseorang yang terkena stroke, menyebabkan tidak segera memberikan pertolongan kepada orang yang terkena musibah penyakit stroke tersebut. ?Mereka tidak segera memberikan pertolongan kepada saya ketika melihat saya terjatuh terserang stroke,? ujar Susilohadi, SH belum lama ini. Untuk mengetahui kisahnya, di bawah ini penuturan pria kelahiran 3 Agustus 1956 yang terserang stroke tahun 2004 lalu.

Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bagaimana melakukan pertolongan kepada seseorang yang terkena stroke, menyebabkan tidak segera memberikan pertolongan kepada orang yang terkena musibah penyakit stroke tersebut. ?Mereka tidak segera memberikan pertolongan kepada saya ketika melihat saya terjatuh terserang stroke,? ujar Susilohadi, SH belum lama ini. Untuk mengetahui kisahnya, di bawah ini penuturan pria kelahiran 3 Agustus 1956 yang terserang stroke tahun 2004 lalu.

Saya terkena stroke pada hari Sabtu 17 Juli 2004. Ceritanya begini, pekerjaaan saya selain di Komisi Pemilihan Umum Propinsi Jateng (KPU Jateng), saya juga berprofesi sebagai pelatih sepak bola Persatuan Sepak Bola Indonesia Semarang (PSIS). Sebelum kejadian stroke, saya tidak merasakan gejala apa-apa, perasaan saya pada waktu itu masih sehat-sehat saja, baik jasmani maupun rohani, bahkan saya juga masih sempat Check Up kesehatan pada hari Kamis dan hasilnya baik semuanya.
Pada hari jum?at, saya bekerja di KPU sampai larut malam, keadaan gizi yang kurang seimbang, mengakibatkan badan saya menjadi letih Dan hari Sabtu pagi, saya masih melakukan aktivitas olahraga dengan lari pagi. Usai lari pagi, saya ke pasar, makan sop, dan pergi ke rumah teman dengan menaiki sepeda motor sendiri. Ketika saya sedang mengemudikan sepeda motor, kemudian tiba-tiba saya merasakan di belakang tengkuk leher terasa kejang.
Karena merasa tidak nyaman kemudian saya menepikan motor dan berhenti. Celakanya, setelah berhentikan motor saya terjatuh, tapi masih dalam keadaan sadar. Sepatu saya lepas, tapi ketika mau dipakai lagi tidak bisa.
Pada saat kejadian tersebut, orang-orang yang ada di sekeliling saya hanya melihat saja, tidak ada yang berani menolong, takut kesalahan.Orang-orang yang ada di dekat saya juga adalah teman-teman saya, namun mereka membiarkan saya seperempat jam sampai setengah jam. Saya dibiarkan sampai kelihatan membaik. Setelah kelihatan membaik, saya di bawa ke RS Dr Karyadi Semarang. Rentang waktu dari kejadian jatuh sampai dibawa ke RS Karyadi Semarang dan ditanggani oleh dokter memakan waktu 2 jam.
Di rumah sakit dokter bilang saya terkena stroke. Mendengar pernyataan dokter demikian, perasaan saya biasa saja, dalam hati saya hanya bisa pasrah dan menyerahkan diri saya kepada Tuhan. Mungkin karena saya kecapean dan banyak pikiran sehingga saya terkena stroke.
Saya dirawat inap di RS Karyadi Semarang selama 16 hari, keadaan saya lumpuh dibagian tubuh sebelah kiri, bibir merot, mata juling, dan bicara pelo. Pulang dari rumah sakit, saya masih belum bisa berjalan sehingga harus naik kursi roda. Kalaupun jalan masih harus dibantu dengan berpegangan. Sebenarnya saya belum boleh pulang oleh dokter karena dinilai saya belum banyak mengalami kemajuan. Tetapi, saya memaksa untuk minta pulang, oleh karena saya takut melihat pasien lain yang juga stroke meninggal dunia.
Sekarang saya menjalani pengobatan dengan terapi senam stroke, penyinaran dan meditasi. Selama saya kena stroke, bantuan dan dukungan keluarga amatlah penting, seperti mengingatkan saya agar tetap berdoa dan tetap menjaga keharmonisan keluarga dengan mewujudkan hubungan cinta kasih dengan keluarga. Dan saya sering juga membaca kitab suci Injil untuk mendapatkan ketenangan batin. Sampai tiga bulan setelah pengobatan stroke, saya bekerja kembali di KPU propinsi Jateng sampai sekarang.
Tugas saya kini menjaga supaya jangan sampai terkena stroke ulang. Ada beberapa kiat yang saya terapkan dalam usaha menjaga agar tidak terkena stroke ulangan:
1. Terjadilah pada Ku menurut kehendak Mu (Allah)
2. Lakum dinukum waliadin.
3. Berserah diri kepada Allah atau pasrah kepada Allah. tetapi tetap berusaha untuk menyembuhkan diri. Budi Kusumanto

Susilohadi, SH
Alamat : Jl. Pucang Jajar III/ No.13
Pucang Gading ? Semarang
HP : 08122561728

Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
:: Artikel sebelumnya
>> Yastroki Dukung Kegiatan Rehabilitasi IPS
>> Dr Farida A Djalil, SpS, Ketua Yayasan Stroke Indonesia Cabang DKI Jakarta
Berupaya Keras Memajuk
>> Yastroki Cabang DKI Jakarta kembangkan Klub Stroke Berbasis Masyarakat
>> Fasilitas Pemeriksaan Canggih dan Perawatan Intensif Mampu Turunkan Penderita Stroke Akut
>> 2 Macam Jenis Stroke dan Teknik Deteksi
>> Peran dan Kiprah Yayasan Stroke Indonesia
>> Pedoman Praktis Insan Pasca Stroke
>> Mengenal Gejala dan Kiat Mencegah Stroke
>> Warning Sign of a Stroke
>> Penilaian Resiko Stroke

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra

Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Yastroki : redaksi@yastroki.or.id
Copyright © 2003 Yastroki.or.id
design by Visionnet