Selasa, 29 Juli 2014
  Edisi 
 
Cari
Bulan
Tahun
 
Dari Peringatan Hari Stroke Sedunia di RS Dr Kariadi Semarang:
Setiap 3 Hari 1 Penduduk Indonesia
Untuk pertama kalinya Hari Stroke Sedunia diselenggarakan di Indonesia. Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) Cabang Semarang, Jawa Tengah, memperingatinya di Rumah Sakit Dr Kariadi, sekaligus memulai kiprahnya dalam mewujudkan kepedulian kepada insan pasca stroke (IPS) setelah tanggal 29 Januari lalu melantik kepengurusan Yastroki secara lengkap.

Untuk pertama kalinya Hari Stroke Sedunia diselenggarakan di Indonesia. Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) Cabang Semarang, Jawa Tengah, memperingatinya di Rumah Sakit Dr Kariadi, sekaligus memulai kiprahnya dalam mewujudkan kepedulian kepada insan pasca stroke (IPS) setelah tanggal 29 Januari lalu melantik kepengurusan Yastroki secara lengkap.

Peringatan Hari Stroke Sedunia yang jatuh pada 24 Juni 2005 itu, diharapkan Wakil Ketua Umum Yastroki Pusat Prof Dr Haryono Suyono berbeda dengan peringatan hari-hari besar lainnya. Untuk maksud itu, masyarakat peduli stroke melalui prakarsa Yastroki, Yayasan Damandiri dan Nusantara Medical Center sejak pertengahan Juni mengadakan berbagai kegiatan. Intinya menggugah kesadaran semua pihak untuk memberi perhatian terhadap bahaya serangan otak, yang biasa dikenal sebagai stroke.
?Serangan stroke adalah suatu peristiwa yang berbeda, tetapi mempunyai persamaan dengan serangan bom teroris yang akhir-akhir ini menjadi perhatian pemerintah, polisi dan rakyat banyak,? ucap Prof Haryono pada peringatan Hari Stroke Sedunia di Semarang, di hadapan Dirut RS Dr Kariadi Dr Gatot Suharto, MKes, Ketua Perdossi Cabang Semarang Dr Amin Husni, Ketua Perdosri Cabang Jateng Dr Alusia Marlini dan sejumlah undangan lainnya.
Prof Haryono menjelaskan, sesungguhnya dampak serangan otak stroke lebih tinggi. Menurut penelitian kasar, stroke pada masyarakat Indonesia mempunyai risiko pada hampir setengah juta penduduk, dengan tingkat kematian sekitar 25 persen. Secara kasar diperkirakan jumlah korban meninggal dunia karena stroke mencapai sekitar 125.000 jiwa.
Namun berbeda dengan serangan bom teroris yang biasanya terkonsentrasi pada suatu daerah, korban stroke yang meninggal dunia tersebar di seluruh pelosok tanah air. ?Korban serangan stroke berjatuhan hampir setiap hari, atau minimal rata-rata setiap tiga hari sekali ada seorang penduduk Indonesia, baik tua maupun muda meninggal dunia karena serangan stroke,? tandasnya.
Yang menarik, penderita stroke tersebut bervariasi, mulai dari mantan presiden, mantan menteri, mantan dirjen, pegawai pemerintah, pegawai bank, pengusaha sampai petani biasa yang selama hidupnya tinggal dan bekerja di pedesaan. Namun karena tempat tingal mereka tersebar di seluruh pelosok tanah air, kasus ini tidak menimbulkan goncangan hebat seperti halnya bom teroris atau kasus busung lapar yang melanda beberapa daerah di Indonesia.
Itu sebabnya, kata Prof Haryono, untuk meningkatkan perhatian dan kesadaran masyarakat luas, termasuk perhatian dan pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang relatif dekat dengan penderita, Yastroki menyelenggarakan seri seminar bekerja sama dengan Yayasan Damandiri dan Nusantara Medical Center di Jakarta. Seminar itu juga mendapat dukungan dari D Radio, Harian Umum Pelita, Harian Umum Suara Karya, Majalah Amanah dan GEMARI. Seri seminar tersebut diadakan setiap hari Rabu pagi di Gedung Granadi, Jl Rasuna Said, Jakarta. Dan setiap Kamis pagi diadakan diskusi interaktif di D Radio saluran FM 103,4 Hz.
Untuk merangsang minat dan mengundang perhatian yang lebih besar, pada acara seminar pun dipilih topik cukup hangat, misalnya bertajuk ?Seks Pasca Stroke?. Seminar yang menampilkan Prof dr Bob Santoso Wibowo, Dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, dr Sutarto, SpS dan Ir Windu Hernowo tersebut mengundang peminat hingga membludak. Sedangkan pada seminar bertopik ?Kegagalan ginjal dan Solusinya? mengusung pembicara dari luar negeri, seperti Prof Gao Wei dari RRC, Prof Lian Rong Da dari Taiwan, dan ahli ginjal kondang Dr Winarni Hudoro, SpPD.

Penelitian insiden stroke
Sejak dilantik Yastroki Cabang Semarang, menurut Ketua Panitia Peringatan Hari Stroke Sedunia di RS Dr Kariadi Semarang, dr Endang Ambarwati, SpRM, telah dijalin kerja sama dalam hal penelitian insiden stroke di semarang dengan RS Dr Kariadi, RS Elizabet, RS Rumani, Perdossi Cabang Semarang dan hingga saat ini masih berlanjut.
Jumlah anggota yang mendaftar pada Yastroki Cabang Semarang tercatat sekitar 58 orang. Yastroki Cabang Semarang juga juga telah mengagendakan beberapa kegiatan yaitu pelatihan ?care giver? pada 25-30 Juli di Diklit RS DR Kariadi, kemudian ceramah ilmiah untuk awam bekerja sama dengan Telkom dan PLN serta memunculkan tulisan di sejumlah media terkait masalah stroke.
?Tanggal 6 Agustus mendatang telah direncanakan turnamen golf Sudomo Cup Yastroki. Dengan harapan mampu menghimpun dana dari para pegolf serta perusahaan-perusahaan yang peduli kepada IPS,? kata pengurus Yastroki Cabang Semarang ini.
Tidak kalah pentingnya upaya pelayanan kepada IPS dalam hal pemeriksaan laboratorium yang makin canggih dan pengobatan yang tentunya akan memerlukan jangka waktu panjang. Maka, ujar dr Endang Ambarwati, SpRM, Lab Prodia dan Lab Cito serta Apotik Cito berkeinginan membantu para anggota dengan bentuk pemberian diskon khusus 10 persen, apabila bisa menunjukkan kartu tanda anggotanya.
Acara Hari Stroke Sedunia yang berlangsung hingga siang hari itu dirangkai pula dengan pembacaan Deklarasi Stroke Sedunia tahun 2005, penandatanganan MoU Yastroki Cabang Semarang dengan laboratorium klinik dan apotik Cito dan Lab Prodia, serta pemberian kartu tanda anggota klub stroke yang disaksikan Wakil Ketua Umum Yastroki Pusat Prof Dr Haryono Suyono beserta rombongannya dari Jakarta. DH

Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
:: Artikel sebelumnya
>> Usia Muda Perlu Tahu Informasi Penyakit Stroke
>> Ir Soeripto M, DIH
Dirikan Klub Stroke Berbasis Masyarakat
>> Yastroki Pusat Bekerja Sama Perdosi dan Depkes Susun Standarisasi Penanggulangan Stroke
>> PENCEGAHAN DINI BISA TURUNKAN RESIKO HAMPIR SEPARO
>> Jangan Berpikir Negatif Vasektomi
>> Peran dan Kiprah Yayasan Stroke Indonesia
>> Pedoman Praktis Insan Pasca Stroke
>> Mengenal Gejala dan Kiat Mencegah Stroke
>> Warning Sign of a Stroke
>> Penilaian Resiko Stroke

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra

Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Yastroki : redaksi@yastroki.or.id
Copyright © 2003 Yastroki.or.id
design by Visionnet