Kamis, 25 Desember 2014
  Edisi 
 
Cari
Bulan
Tahun
 
Stroke Mata Akibatkan Kebutaan
Kalau selama ini kita mengenal istilah stroke yang menyerang otak, dan menyebabkan kita akan mengalami kelumpuhan pada sebagian anggota tubuh, kini kita juga harus mewaspadai terjadinya serangan stroke di mata. Pasalnya, serangan stroke mata bisa merusak saraf bagian mata, bahkan dapat mengakibatkan kebutaan. Ini dikemukakan Dr Gitalisa Andayani, Spesialis Mata dari Departemen Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) di Jakarta.

Kalau selama ini kita mengenal istilah stroke yang menyerang otak, dan menyebabkan kita akan mengalami kelumpuhan pada sebagian anggota tubuh, kini kita juga harus mewaspadai terjadinya serangan stroke di mata. Pasalnya, serangan stroke mata bisa merusak saraf bagian mata, bahkan dapat mengakibatkan kebutaan. Ini dikemukakan Dr Gitalisa Andayani, Spesialis Mata dari Departemen Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) di Jakarta.

Karenanya, agar segera dapat ditangani harus dikendalikan faktor risiko penyebab serangan penyakit tersebut dengan cara mengenali gejala awal stroke mata, yaitu penglihatan mendadak mengabur dan gelap. “Kalau stroke pada kepala terjadi karena adanya sumbatan pada pembuluh darah otak yang menyebabkan kelumpuhan pada sebagain anggota tubuh, stroke mata adalah sumbatan mendadak pada pembuluh darah arteri dan vena retina, serta terjadi gangguan aliran darah mendadak pada lapisan dalam retina,” kata Gitalisa.
Sumbatan arteri retina terdiri atas arteri (pembuluh nadi) pusat (CRAO) dan arteri cabang (BRAO). Pada sumbatan arteri retina pusat, lapisan dalam retina bengkak dan pucat, penglihatan buram atau gelap mendadak. Sedangkan sumbatan arteri retina cabang ditandai daerah gelap (Skotoma), terkena satu mata dan tidak terasa sakit.
Di Amerika Serikat, frekuensi CRAO adalah satu pasien berbanding 10.000 kunjungan pasien, sedangkan frekuensi BRAO sekitar 28 persen dari sumbatan arteri retina. Sedangkan usia penderita mulai dari 40 tahun ke atas. “Sumbatan arteri retina termasuk kasus gawat darurat yang perlu penanganan cepat, yaitu dalam 100 menit sejak sumbatan mendadak agar saraf mata tidak rusak,” katanya.
Pada sumbatan arteri retina pusat, penglihatan akhir umumnya buruk. Hanya 21-25 persen penderita yang memiliki penglihatan berguna, sementara penderita sumbatan arteri retina cabang dapat membaik, bila mendapat pengobatan yang cepat dan tepat.
Sumbatan arteri retina ini berisiko terkena penyakit kardiovakuler, harapan hidup lebih rendah dibandingkan dengan pasien tanpa sumbatan arteri bahkan bisa berakhir dengan kamatian. Adapun sumbatan vena (pembuluh balik) retina bisa pusat (CRVO) dan pembuluh balik cabang (BRVO). Ini merupakan penyakit pembuluh darah nomor dua.
Penderita sumbatan vena retina akan mengalami penglihatan kabur mendadak bila menganai makula. ”Sumbatan vena retina biasanya tidak mematikan, bahkan pada tipe ringan bisa membaik,” tutur Gita.
Sementara itu pada kesempatan yang sama dr Ari Djatikusumo, SpM mengatakan, ada beberapa faktor penyebab stroke mata di antaranya karena terkena serangan darah tinggi (hipertensi), kencing manis (diabetes melitus), kadar kolesterol tinggi, penyakit katup jantung, kelainan darah (gangguan pembekuan), dan penyakit kolagen. Sedangkan faktor risiko lain yang bisa dicegah di antaranya merokok, obesitas dan kurang berolahraga.
Untuk mencagah terjadinya stroke mata, faktor risiko harus dikendalikan dengan menerapkan gaya hidup dan pola hidup sehat, yaitu dengan diet teratur sesuai dengan yang ditentukan, dan berolah raga. Pemeriksaan kesehatan terutama mata harus secara teratur (Medical Check Up) terutama bila telah berusia di atas 40 tahun.
Penanganan kasus stroke mata bertujuan membatasi perluasan kerusakan pada retina dan penurunan tajam penglihatan secara permanen hingga mengakibatkan kebutaan. Selain itu penanganan medis juga dimaksudkan untuk mencegah komplikasi seperti glaukoma neovaskular dan sumbatan pada organ lain. RIS

Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
:: Artikel sebelumnya
>> Hidup Sehat dan Cegah Stroke
>> Pengakuan Insan Pasca Stroke Tommy Hendra W:
‘Saya Tidak Patah Semangat’
>> Penderita Stroke akan Alami Perkinson
>> Stroke Urutan Ketiga Penyakit Mematikan
>> Klub Stroke Ujung Tombak Pengembangan Yastroki
>> Peran dan Kiprah Yayasan Stroke Indonesia
>> Pedoman Praktis Insan Pasca Stroke
>> Mengenal Gejala dan Kiat Mencegah Stroke
>> Warning Sign of a Stroke
>> Penilaian Resiko Stroke

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra

Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Yastroki : redaksi@yastroki.or.id
Copyright © 2003 Yastroki.or.id
design by Visionnet