Rabu, 08 September 2010
  Edisi 
 
Cari
Bulan
Tahun
 
MASYARAKAT PERLU DISADARKAN UNTUK PENANGGULANGAN STROKE
Apabila kita ingin melihat kilas balik mengapa Yastroki didirikan, maka kita teringat dengan seorang tokoh yang banyak berjasa pada Yastroki, yaitu Letnan Jenderal TNI (Purn) Soepardjo Roestam, tokoh ini pernah terkena stroke, dan beliau sempat dirawat di RSCM, setelah beliau sembuh, Soepardjo Roestam berfikir bagaimana jika orang yang miskin yang terkena stroke, pasti akan sangat sulit sekali untuk membiayai pengobatannya, karena biaya pengobatan stroke sangat mahal. Atas dasar pertimbangan tersebut Soepardjo Roestam menggagas untuk mendirikan Yayasan Stroke yang dasarnya untuk membantu orang stroke yang kurang mampu. Itulah sepenggal kisah mengapa Yayasan Stroke Indonesia didirikan.

Yayasan Stroke Indonesia didirikan di Jakarta pada tanggal 17 Januari 1989, atas prakarsa dari Letnan Jenderal TNI (Purn) Soepardjo Roestam, mantan Menteri dalam negeri di era orde baru, latar belakang pendirian Yayasan Stroke Indonesia atau Yastroki berdasarkan petimbangan bahwa stroke sebagai sebagai penyakit telah banyak menelan korban, baik yang cacat maupun yang meninggal dunia” ujar Laksamana TNI (Purn) H. Sudomo saat wawancara dengan stasiun TV ONE beberapa waktu yang lalu di kantor Yayasan Stroke Indonesia di Jakarta.
Lebih lanjut Ketua Umum Yastroki menuturkan, “saya memimpin Yastroki sudah dua periode, periode pertama tahun 2003-2008 dan periode kedua terpilih lagi dari tahun 2008 – 2013, pemilihan saya mungkin didasari keyakinan bahwa saya dipandang mampu memajukan Yastroki, tetapi ini tidak telepas dari dukungan semua pihak terutama dari Yayasan Damandiri di bawah kepemimpinan Bapak Prof. DR. Haryono Suyono, karena atas dukungan beliau Yastroki telah mendapat bantuan dana abadi dari Bapak HM. Soeharto”.
Banyak sudah yang dilakukan oleh Yastroki dalam memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk penanggulangan stroke, karena tindakan preventif jauh lebih penting bagi Yastroki, sedangkan pada pada tindakan kuratif atau pengobatan, Yastroki telah banyak membantu pasien yang kurang mampu, saat ini Yastroki sedang mengembangkan penanggulangan stroke berbasis masyarakat”. ujar Laksamana TNI (Purn) H.Sudomo ketika TV ONE mewawancarainya di kantor Yastroki.
Laksamana TNI (Purn) H. Sudomo memberikan TIPS awet muda kepada pemirsa TV ONE, inilah cara agar tetap awet muda, pertama makan teratur, kedua, olah raga teratur, ketiga istirahat teratur, dan keempat, lakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat agar otak tetap sehat, karena otak sering dipakai stress tetapi otak kalau tidak dipakai bisa stroke”, demikian kata Sudomo berkelakar.
Bertindak sebagai nara sumber pada wawancara dengan reporter TV ONE, selain Ketua Umum Yastroki, juga hadir Prof. dr. Teguh AS Ranakusuma, Sp.S (K) dan dr. Hardhi Pranata, Sp.S., MARS.
“Masyarakat perlu disadarkan dalam penanggulangan stroke, terutama yang menyangkut “golden period” atau tiga jam pertama ketika seseorang terserang stroke ini perlu segera mendapat pertolongan ditempat kejadian dan dibawa ke pusat kesehatan terdekat, seperti rumah sakit maupun puskesmas” ujar dr. Hardhri Pranata, Sp.S., MARS.
Dr. Hardhi Pranata, Sp.S., MARS, berpendapat “ada beberapa tahapan dalam penanggulangan stroke, pertama, promosi, yaitu derajat kesehatan masyarakat perlu lebih ditingkatkan, kedua, prevensi primer, yaitu seperti memberikan penyadaran tentang perlunya menurunkan tekanan darah bila mempunyai risiko darah tinggi. Ketiga, Prevensi sekunder adalah memberikan penyadaran kepada masyarakat terhadap orang yang terkena stroke dicegah supaya jangan kena stroke kembali karena risikonya tujuh kali lebih besar bisa timbul stroke ulang.”
Dari segi ras manusia, ras eropa kebanyakan mengalami stroke penyumbatan, sedangkan ras asia lebih sering menderita stroke perdarahan.” tegas dr. Hardhi Pranata, Sp.S., MARS.
Menurut Prof. dr. Teguh AS Ranakusuma, Sp.S (K),” penelitian yang pernah dilakukan oleh para dokter saraf bahwa ras di Indonesia yang berisiko terkena stroke ialah, pertama suku tapanuli, kedua suku padang dan ketiga suku jawa, sedangkan suku sunda adalah yang paling rendah faktor risiko stroke-nya, mengenai apa faktor yang menjadi penyebab, hal ini masih terus didalami penelitiannya”.
Langkah yang paling penting untuk penanggulangan stroke di masyarakat adalah dengan memberikan informasi tentang gejala-gejala stroke seperti nyeri kepala yang hebat, vertigo, bila dijumpai gejala ini pada seseorang, langsung beri informasi kelayanan kesehatan agar segera ditolong.”kata dr. Hardhi Pranata, Sp.S., MARS.

Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
:: Artikel sebelumnya
>> YASTROKI JALIN KERJASAMA DENGAN RSPAD GATOT SOEBROTO
>> YASTROKI BERI BANTUAN KORBAN SITU GINTUNG
>> YASTROKI BANTU RENOVASI RUANG KLUB STROKE RSPAD GATOT SOEBROTO
>> PENGURUS KLUB STROKE RS. GLOBAL MEDIKA TANGGERANG DIKUKUHKAN
>> PENANGGULANGAN STROKE MAKIN PENTING DAN MENDESAK
>> NAMA KLUB STROKE DI JABODETABEK
>> Ketua Umum Yastroki Laksamana TNI (Purn) Sudomo:
Stroke Bisa Ganggu Sosial Ekonomi Keluarga
>> MEMBANGUN BUDAYA HIDUP SEHAT
>> “GELIS”
GERAKAN PEDULI STROKE
>> KESEMPATAN BARU BAGI PENDERITA GAGAL GINJAL

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra

Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Yastroki : redaksi@yastroki.or.id
Copyright © 2003 Yastroki.or.id
design by Visionnet