| Penanggulangan masalah stroke makin penting dan mendesak karena kini Indonesia menduduki urutan pertama didunia dalam hal jumlah penderita stroke terbanyak,”demikian menurut dr. Herman Samsudin, Sp.S, seorang ahli saraf sekaligus Ketua Yastroki Cabang DKI Jakarta ketika menyampaikan sambutan di Rumah Sakit Global Awal Bros Bekasi. Untuk itu penanggulangan stroke di Indonesia harus dilakukan secara terpadu, professional dan berlanjut (sustainable) berdasarkan pada beberapa hal yang mendasar, antara lain :
Perlunya membentuk network (jaringan) penanggulangan stroke terdiri atas sarana-sarana sebagai berikut : Rumah sakit stroke, Unit Stroke di Rumah Sakit Umum, Medical Centre Stroke, Club Stroke, Organisasi Insan Pasca Stroke (IPS) dan Caregivers Stroke.
Selanjutnya agar kita up to date dengan perkembangan dan kemajuan zaman dan teknologi dalam rangka penanggulangan stroke, penelitian dan pengembangan adalah kunci.
Disamping hal tersebut Club Stroke mempunyai tiga peranan penting dan strategis ialah sebagai berikut, pertama, untuk membina dalam arti preventif masyarakat yang belum pernah terserang stroke, kedua, untuk membina para Insan Pasca Stroke (IPS baik secara mental maupun medis perawatan dan ketiga, untuk kepentingan penelitian dan pengembangan itu sendiri, ujar Ketua Umum Yastroki, Laksamana TNI (Purn) H. Sudomo pada peresmian berdirinya Klub Stroke Global Awal Bros Hospital Bekasi pada hari Sabtu (31/1).
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Global Awal Bros Hospital, dr. Mariana Suyaka, MSc, atas nama Direksi, karyawan dan Corporate serta Komisaris mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Yastroki, Laksamana TNI (Purn) H. Sudomo yang telah berkenan meresmikan berdirinya Klub Stroke Global Awal Bros Hospital Bekasi, juga kepada Ibu K. Soepardjo Roestam, dr. Farida A. Djalil, Sp.S serta Drs. Suhardi, MM, kami juga mengucapkan terima kasih atas sumbangsihnya kepada rumah sakit ini, baik dalam bentuk saran maupun pemberian matras dan alat exercise body simetri, sehingga Klub Stroke ini dapat terwujud, inya Allah dengan sempurna.
Dalam kompleksitas kehidupan akibat dari modernisasi, dilaporkan bahwa angka kejadian stroke semakin meningkat dan merambah usia yang lebih muda dari pada sebelumnya. Seperti kita ketahui kematian akibat stroke masih sangat tinggi pada urutan nomor 3 setelah jantung dan kanker. Bagi penderita stroke yang “survive”, umumnya menyisakan hambatan fisik, mental dan sosial, sehingga produktivitas dan kualitas hidupnya mengalami penurunan baik permanent maupun sementara.”ujar dr. Mariana Suyaka, MSc.
Lebih lanjut menurutnya” Rumah Sakit Global Awal Bros (RSGAB) menyadari bahwa masyarakat baik yang belum atau pernah mengalami stroke yang berhasil diselamatkan dari kematian memerlukan bimbingan dari tenaga-tenaga kesehatan yang menguasai permasalahan stroke.”
RSGAB memfasilitasi berdirinya “Stroke Club” yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Bekasi. Tujuan pembinaan dari “Stroke Club” ini adalah :
1.Mengubah perilaku hidup sehat bagi yang belum lama mengalami stroke.
2.Memberikan bimbingan agar insan pasca stroke tidak terkena stroke ulang.
3.tempat sharing bagi insan pasca stroke agar tidak merasa hidup sendiri, sekaligus sebagai forum pemecahan masalah.
4.Membuat insan pasca stroke dapat hidup mandiri.
5.Meningkatkan produktivitas insan pasca stroke.
Hadir dalam acara peresmian berdirinya Klub Stroke Rumah Sakit Global Awal Bros antara lain dr. Mulyono Soedirman, Sp.B., Sp.OT., MBA, (Ketua I Yastroki), dr. Supangadi, Sp.JP., (Sekretaris Yastroki), Sugito Suwito, MA, (Ketua Bidang Litbang dan Diklat Yastroki), Liza Z. Sumitro (Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Luar Negeri Yastroki) dan para komisaris, dan karyawan rumah sakit Global Awal Bros Bekasi.
|