| Hipertensi (tekanan darah tinggi) kini telah menjadi silent killer (pembunuh terselubung) dikalangan masyarakat, karena gejalanya tidak diketahui. Padahal, penyakit tersebut merupakan penyebab utama serangan jantung dan stroke. Hipertensi (tekanan darah tinggi) kini telah menjadi silent killer (pembunuh terselubung) dikalangan masyarakat, karena gejalanya tidak diketahui. Padahal, penyakit tersebut merupakan penyebab utama serangan jantung dan stroke. ?Seseorang dengan tekanan darah mencapai 200 mungkin saja tetap mampu berjalan dan tak ada rasa sakit,? kata pakar pengobatan pembuluh darah Universitas Nottingham, Inggris, Prof Richard Donelly MD.
Ditambahkannya, penderita umumnya baru menyadari mengidap hipertensi setelah terkena serangan jantung atau stroke. Menurut Donelly, hipertensi dapat menimbulkan kelainan pada ginjal, jantung, dan bisa menyerang otak yang memicu penyakit stroke, karena terjadi penyumbatan atau perdarahan pada organ vital tersebut.
Donelly melihat risiko serius komplikasi hipertensi pada otak dengan munculnya stroke yang dalam jangka waktu tertentu dapat mengakibatkan kecacatan hingga menjadi masalah keluarga karena menurunkan kualitas hidup penderita. ?Kalau langsung meninggal mungkin tidak apa-apa, karena tidak menyusahkan orang lain,? tukasnya.
Pencegahan hipertensi secara sederhana dan mudah adalah melalui perbaikan pola makan dan pengubahan gaya hidup. Misalnya mengurangi konsumsi garam, berolahraga secara teratur, menghindari stres, serta menurunkan berat badan. |