Rabu, 10 Februari 2010
  Edisi 
 
Cari
Bulan
Tahun
 
Penyakit Stroke Ada Faktor Keturunan
Di Indonesia, jumlah penderita penyakit stroke semakin banyak karena pengidap kedua gangguan tersebut terus bertambah setiap tahunnya. Penyakit ini menjadi penyebab kematian teratas, menggeser posisi penyakit jantung yang pada beberapa waktu lalu pernah menjadi penyebab kematian pertama di Indonesia.

Di Indonesia, jumlah penderita penyakit stroke semakin banyak karena pengidap kedua gangguan tersebut terus bertambah setiap tahunnya. Penyakit ini menjadi penyebab kematian teratas, menggeser posisi penyakit jantung yang pada beberapa waktu lalu pernah menjadi penyebab kematian pertama di Indonesia.

Di sela-sela Seminar Geriatri dan Diskusi Masalah Stroke di Jakarta beberapa waktu lalu, Dr Teguh AS Ranakusumah, Neurolog FKUI, mengakui hal itu. Menurutnya, karena berbagai sebab penyakit yang bisa menyebabkan kecacatan permanen ini justru bukan lagi didominasi kaum tua, tapi juga menyerang usia produktif, yaitu antara 16-45 tahun di mana karier seseorang sedang berada dalam puncak kejayaan.
Kecenderungan meningkatnya angka kejadian stroke bukan hanya di Indonesia, tapi juga negara Asia lain seperti Cina. Hal ini selain karena pola hidup dan pola makan serta pengaruh lingkungan lainnya. Lebih parah lagi saat ini justru juga menyerang kelompok usia yang lebih muda dan kasusnya cukup banyak, meskipun belum ada data pastinya.
Berdasarkan penelitian terbaru, selain faktor risiko yang klasik seperti hipertensi, jantung, diabetes melitus dan lainnya ternyata ada faktor risiko yang baru. Yaitu, perubahan endotil, seperti lipoprotein A, infeksi, dulu kolesterol sekarang triglisida dan sebagainya, ini yang mengindus timbulnya terjadi suatu perubahan endotil.
Untuk mengantisipasi semakin besarnya jumlah penderita stroke di kalangan generasi muda, Bagian Neurologi RSUPN Cipto Mangunkusumo akan mengembangkan Brain Chek Up atau Brain Docking. Artinya, melakukan pemeriksaan otak terhadap mereka yang berisiko tinggi, terutama anak-anak penderita stroke. Dengan kata lain, penyakit stroke ada faktor keturunan.
?Brain Chek Up atau Brain Docking sebaiknya dilakukan kepada seluruh anggota keluarga, apabila ditemukan ada salah satu anggota keluarganya mengalami serangan stroke. Jika setelah Brain Chek Up ditemukan adanya peningkatan perubahan endotil pada tubuhnya, maka dapat segera dilakukan langkah-langkah pencegahan, atau minimal menghindari faktor-faktor risiko,? tandas Neurolog yang saat ini sedang pendidikan S3.
Ditambahkannya, meskipun antara jantung dan stroke sama-sama merupakan penyakit kardiovaskuler, namun stroke dapat turun secara bermakna. Dengan pencegahan penyakit stroke dapat mencapai hasil yang bermakna. Mengingat kecacatan dan waktu perawatannya memakan waktu yang lama dan biaya yang besar.

Stroke muda
Untuk meminimalkan terjadinya kecacatan pada penderita stroke, diperlukan penanganan yang cepat, tepat dan cermat. Itulah salah sastu prinsip yang harus dipegang teguh oleh setiap neurolog dalam menangani penderita stroke, akan sangat bermakna bagi penderita yaitu selain mengurangi kecacatan, juga mempercepat pemulihan.
Orang yang terkena stroke pada usia muda akan lebih cepat proses pemulihannya dibandingkan dengan mereka yang terkena stroke pada usia tua. Hal ini disebabkan regenerasi pada orang muda lebih cepat, sehingga dengan penanganan yang cepat, tepat dan cermat kemungkinan pulih bisa lebih besar.
?Pengalaman kita selama menangani stroke muda, umumnya Recovery mereka lebih bagus sehingga kemungkinan pulih seperti sediakala bisa lebih besar, dibandingkan mereka yang sudah usia lanjut,? katanya.
Agar remaja terhindar dari serangan stroke pada usia muda, selain melakukan pemeriksaan yang akurat kepada remaja yang orang tuanya terkena stroke, juga perlu dikembangkan upaya memasyarakatkan pola hidup sehat, sekaligus pencegahan stroke. Karena pola hidup sehat banyak berhubungan dengan kesehatan jantung serta jaringan pembuluh darah terkait, seperti menghindari rokok yang saat ini dianggap menjadi lambang kejantanan bagi pria usia muda. Padahal, di balik kejantanan menyembunyikan berbagai gangguan penyakit seperti kardiovakuler.

Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
:: Artikel sebelumnya
>> Stroke Penyebab Gangguan Bahasa
>> Kencing Manis Bahayakan Penderita Stroke
>> Penderita Stroke di Jakarta Meningkat
>> Hipertensi Penyebab Utama Serangan Stroke
>> Artis Film Robin Panjaitan Pasrah Terkena Stroke Akibat Kecelakaan Mobil
>> NAMA KLUB STROKE DI JABODETABEK
>> Ketua Umum Yastroki Laksamana TNI (Purn) Sudomo:
Stroke Bisa Ganggu Sosial Ekonomi Keluarga
>> MEMBANGUN BUDAYA HIDUP SEHAT
>> “GELIS”
GERAKAN PEDULI STROKE
>> KESEMPATAN BARU BAGI PENDERITA GAGAL GINJAL

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra

Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Yastroki : redaksi@yastroki.or.id
Copyright © 2003 Yastroki.or.id
design by Visionnet